GAK PERNAH PAKE PENGAMAN
Oleh : Ando Lan
Aku nyaris gak percaya ke diriku sendiri, karna aku terasa begitu kuat menumbuk lesung milik istri temanku itu dengan alu yang kumiliki. Meski aluku gak termasuk gede, namun aku memiliki tekhnik yang mumpuni dalam memberi ceue kepuasan. Bukan maksud banggain diri sendiri, tapi memang sepanjang kugenjot, dia gak pernah berhenti menjerit.
Istri temanku itu sering-sering menyodorkan kedua putingnya untuk kugigiti. Dia akan menekan ujungnya dan mengarahkannya ke mulutku. Gak jarang dia akan menarik leherku dan merapatkan kepalaku ke tubuhnya. Biar apa? Ya biar mulutku selalu dekat ke payud4ranya dan bisa terus-terus mainin putingnya dengan mulutku.
"Kamu masih lama?", tanyanya setengah berbisik.
Aku menggelengkan kepalaku tanpa mengeluarkan jawaban dari mulutku.
"Jangan nembak dulu!", bisiknya.
Aku pun memperlambat tumbukan aluku ke lesungnya. Karna kalau kucepatin, airku bisa-bisa menyembur. Aku sempat gak peduli dengan ucapan dia, aku pengen nembak aja. Karna sensasi nikmatnya udah makin berasa mengaliri seluruh tubuhku.
"Udah mau nembak!", bisikku ke telinganya.
"Stop! Stop dulu!", ujarnya agak kuat.
Dia menekan dadaku keatas seakan memisahkan tubuhku dari tubuhnya. Akhirnya aku pun mencabut aluku dari lobang lesungnya. Ku pandangi aluku yang begitu keras dan menghentak-hentak dengan sendirinya.
Dia bangkit dari kasur dan langsung turun ke lantai. Ditariknya tanganku mengajaknya keluar dari kamar.
"Ayo kita cuci dulu!", bisiknya.
Kami pun berjalan keluar kamar sambil pegangan tangan dan masuk kamar mandi. Diambilnya segayung air lalu disuruhnya aku jongkok. Dengan pelan dia mengguyur air itu ke tytydku. Dinginnya air bak kamar mandi itu langsung membuat tytydku auto terkulai lemas. Dia menyiramkan air sampai dua gayung. Dia menyiramkannya dengan begitu pelan dan hati-hati.
"Sssttt...!", bisiknya sambil menaruh jari telunjuk kirinya didepan bibirnya.
Aku menatap ke matanya. Lalu dia tersenyum padaku.
"Segan ke orang sebelah!", bisiknya.
Aku mengangguk pertanda memahami maksudnya. Lalu dia pun duduk lesehan dilantai kamar mandi itu. Diguyurnya beberapa gayung air ke lobangnya lalu diusap dengan tangan kirinya. Dia membilas sampai bersih.
Lalu aku pun meraih gayung itu dari tangannya dan membersihkan punyaku. Setelah itu kami kembali kekamar dan mengeringkan anu kami dengan handuk. Lalu dia mengisi dua gelas air dari dispenser lalu memberi satu gelas ke aku. Kami pun minum bersama-sama.
"Merokoklah dulu!", bisiknya.
Aku pun meraih kotak rokok beserta mancisnya dari kantong celana jeansku yang tergantung dibalik pintu. Kubakar ujung rokok dan kusedot sambil duduk ditepi kasur. Kami saling menatap lalu tatapan kami sama-sama turun ke kelamin. Dia memandangi punyaku lama-lama, sedangkan aku cuma mandangi punyanya sebentar.
Sambil menyedot rokok ditangan, sesekali kupandangi punyaku sendiri yang masih lunglai itu. Kugaruk bijiku dan kuhempaskan batangku keatas lalu kulepas. Akhirnya rokok ditanganku pun habis. Dia langsung meraba anuku dan memainkannya. Gak berapa lama tytydku pun kembali ngaceng. Kubiarin dia mainin punyaku tanpa ngapa-ngapain punya dia.
"Jangan dikocok!", bisikku.
"Masukin ajalah!", bisiknya.
Dia langsung mengambil posisi telentang ditepian kasur. Aku pun berdiri didepannya dan mengarahkan punyaku. Kuangkat kedua kakinya keatas lalu kusandarkan dibahuku. Kugeser pinggulnya ketepi kasur sampai benar-benar ngepas ke anuku. Lalu kucolokkan kembali batangku kedalam sambil kugenjot.
Erangan demi erangan pun terus keluar dari mulutnya. Lalu akhirnya akupun naik juga keatas kasur dan terus memporak-porandakan lobang miliknya. Kugigit kedua putingnya dengan gigitan kasar. Dia pun mengerang dan menggelinjang hebat diatas kasur itu.
"Aaahhhh.... aaaahhh.... ooohhh....!"
Aku kembali keringatan! Kuhantam terus lobang milik istri temanku itu dengan membabi buta. Dia pun menggelepar-gelepar dankehilangan kendali. Kupacu terus gerakanku menghantam lobangnya. Dia udah lemas gak berdaya.
"Aaahh...... aduuhhh.... ahhhhh!!"
Aku pun crot. Semua kukeluarin didalam. Bukan khilaf, tapi aku sengaja aja. Aku tau dia gak bisa hamil, jadi aman aja! Dia tau aku crot didalam, tapi dia gak keberatan sama sekali.
Selesai bersih-bersih badan dan pasang baju, dia berbisik.
"Hamil gak aku ya?"
Aku diam gak menyahut.
"Semoga aja, ya. Hehe!", ucapnya.
"Tapi kurasa itu gak mungkin!", tambahnya lagi.
------------------------------------------------------------
Seminggu setelahnya kami melakukan lagi hubungan terlarang itu. Jujur aja aku bukannya ketagihan, sekali untuk selamanya aja aku bisa! Tapi dialah yang mengajakku mengulanginya lagi. Aku segan menolaknya. Makanya ku ikuti aja maunya dia sampai kapanpun dia mau.
Waktu itu aku datang jam 8 malam kerumah kontrakannya. Karna udah niat menginap disana, aku langsung masukin sepeda motorku kedalam rumahnya. Awalnya kami nonton berita di tvOne, tapi dia langsung ngambil posisi duduk merapat persis disebelah kiriku. Dia menggenggam tanganku sambil melototin layar televisi.
Tanganku pun meremas-remas payud4ranya yang langsung diresponnya dengan meremas selangkanganku. Si joniku pun auto terjaga dari tidurnya. Dia makin meremas anuku yang kini udah ngejendol dibalik celana tirai jenas kuning yang kupakai.
Kubiarkan dia memainkan tangannya diselangkanganku. Awalnya dia menurunkan resletingku, lalu berusaha mengeluarkan batangku dari sana. Tapi dia lumayan sulit melakukannya. Jari-jarinya pun sibuk membuka kancing celanaku dan meraba karet celana boxer durban yang kupakai.
Kuangkat bokongku keatas hingga dia berhasil menarik turun celana panjangku hingga lutut. Dia terlihat gak sabaran lagi pengen melihat batangku. Tangannya langsung mengusup kedalam CD-ku dan memainkan anuku. Aku melepaskan celana panjangku dari pergelangan kakiku, lalu segera menanggalkan CD-ku juga.
Dia memijat lembut batang serta bijiku. Lalu dia telungkup dilantai dan mendekatkan mulutnya ke tytydku. Aku pun memperhatikan apa kira-kira yang mau dilakukannya. Apa dia mau blow job ya, pikirku. Tapi sebelumnya aku tau dia gak suka mem-BJ. Tapi bisa aja dia mau saking n4fsunya, pikirku.
Kini dia menciumi tytydku dari kepala hingga biji. Dia terus mengendus-endusnya dan menyapukannya ke wajahnya. Sesekali dia memukulkan batangku ke pipinya. Tapi sejauh pengamatanku, dia gak pernah menjulurkan lidahnya sama sekali disana.
Aku memang paham, jarang-jarang ceue suka nge-BJ. Seluna-lunanya seorang ceue, belum tentu doyan nge-BJ couonya. Dia cuma suka menjepit punya couonya dengan lobang penjepit andalannya. Dan itulah yang dilakukan istri temanku ini ke aku. Dia cuma menciuminya tanpa pernah nge-suck.
"Buka aja bajunya!", bisikku.
Lalu dia bangkit berdiri. Ditariknya tanganku menyuruh ikut berdiri juga.
"Bukainlah!", bisiknya.
Aku pun memeluknya dari belakang dan meraba-raba dada serta perutnya. Kuciumi lehernya dari belakang dan samping. Lalu dia memalingkan wajahnya ke kiri memberikan pipinya kucium. Aku pun menciumi pipinya sambil meremas p4ntatnya dan juga meraba selangkangannya.
Kubuka gaun tidur yang dipakainya. Ku mulai dari baju, lalu celananya. Gak perlu meraba-raba lagi, aku langsung bukain tali bra-nya dari belakang. Dia langsung mencampakkan bra itu ke lantai sejauh 2 meter. Kini celana dalamnya yang langsung kupelorotkan hingga terjatuh ke lantai. Dia pun segera menendangnya kesamping sampai 2 meteran.
Ku tempelkan tytydku ke belahan p4ntatnya lalu kusorong. Sedang tanganku sibuk meremas payud4ra dan kerang bulunya. Baru gitu aja dia udah mendesah-desah. Aku terus menggesek tytydku dibelahan pant4tnya dengan posisi kepalanya keatas. Lalu kutekan batangku kebawah hingga terjepit oleh kedua pangkal pahanya.
Kembali kugesek-gesekkan batangku maju mundur. Dia pun makin mendesah aja. Kuraih putingnya dengan mulutku dengan cara menundukkan kepalaku dan memajukannya lewat bawah ketiaknya. Kutarik payud4ranya kesamping sampai benar-benar tergapai oleh mulutku.
Dia pun makin mengerang ketika gigiku menggigit putingnya dengan begitu kasar. Sementara aku selalu berusaha memasukkan batangku lewat belakang. Maaf, maksudnya bukan nganal, ya! Tapi karna tytydku pendek, aku gak berhasil menerobos dari sana.
Aku pun segera menghadap dia dan lanjut menempelkan tubuhku ke tubuhnya. Kulakukan kayak yang tadi kulakukan dari belakang. Awalnya batangku cuma nempel aja ke jem8utnya dengan kepala menghadap atas. Karna agak-agak sakit bergesekan dengan jem8utnya, aku melonggarkan tubuhku lalu memindahkan tytydku dari sana.
Ku jepitkan tytydku ke bawah kerangnya, yaitu tepat diantara kedua pahanya. Kugesek-gesek sebentar disana, lalu akhirnya ku arahkan kelobangnya. Kusuruh dia merenggangkan kakinya agar tangan dan tytydku bisa menyentuh dan meraba lobangnya.
Tapi dengan posisi itu, aku gak berhasil juga memasukkan batangku ke lobangnya. Lalu aku pun berniat menyuruhnya rebahan aja biar aku memulai acara serius. Tapi dia langsung jongkok. Lalu dia merapatkan payud4ranya ke batangku. Kini batangku berada dibelahan payud4ranya. Dia menyatukan kedua payud4ranya dengan kedua tangannya dan menggerak-gerakkannya.
Terkadang dia menggerakkan tubuhnya naik turun sambil terus menjepit batangku dijepitan payud4ranya. Tanpa disuruh, aku langsung menggoyang pinggulku, sehingga batangku hilang timbul diantara belahan dadanya.
Ketika kepala joniku nongol dibagian atas dadanya, sambil ketawa dia bilang : "Ciluk....ba...!"
Merasa kurang enak dengan cara itu, aku langsung nyuruh dia telentang aja. Kuganjal pinggulnya pake bantal lalu ku angkat kakinya keatas. Kini belahannya begitu mekar dengan gundukan yang menyembul. Aku langsung ambil posisi menancapkan tongkat ajaibku.
Sat set sat set... tongkat ajaibku udah masuk sampai pangkal. Tongkat itu kucucukkan keluar masuk seirama dengan bunyi kasur yang udah agak rusak. Kupandangi anak temanku, Yudi, yang tengah tidur nyenyak disamping kami. Kami memang tergolong barbar, berseng64ma disamping anaknya yang udah sebesar itu.
"Ooohh..... aaaahhhhh.......!"
"Uuuhhhh...... aaahhhhhhhh......"
Kali ini aku tahan lama banget. Soalnya aku udah ngejamu dulu tadi. Jamu yang udah kutenggak ya jamu kuat, dong! Makanya aku gak mau crot-crot. Sampai bosan rasanya menghantam lobang istri temanku ini. Kadang kami harus turun dari kasur dan main dilantai, pegangan ke dinding atau pintu, keluar ke ruang tamu, serta main dikamar mandi.
"Kamu udah puas?", tanyaku.
"Iya....!", jawabnya.
"Enak kan....?", tanyanya.
"Iya.. Enak!", jawabku.
Setelah sekian lama, dia pun kejang-kejang kayak gak terkendali lagi. Aku pun memacu terus lobangku dan berusaha mengekuarkan p3juhku. Kadang kupejamkan mataku untuk meresapi agar air maniku mau keluar. Kuhentak-hentak pinggulku dengan kuat dan kasar. Itu kukakukan agar sperm4ku cepat keluar.
"Aaaaaahhhh......aaaaaaahhhhhhh!"
Aku mendesah. Aku merasakan aliran kenikmatan diseluruh urat-urat ditubuhku. Rasa geli kian terasa dikedua pahaku bagian dalamku. Aku makin menghentak kuat-kuat dan cepat.
"Aaaaahhhhh.....aaahhh.... ooohh....!"
Akhirnya aku pun crot! Aku merasa sperm4ku kayaknya banyak banget menyembur kedalam lobang miliknya. Ku goyang terus hingga semuanya keluar sampai tetes terakhir. Setelah itulah baru kubenamkan batangku jauh-jauh kedalam lalu kuhentikan genjotanku.
Aku merasakan batangku berdenyut-denyut sendiri didalam. Kubiarkan batangku lemas didalam sana sambil kutindih terus badannya. Setelah batangku lemas, aku pun mencabutnya. Malam itu kami ngambil sampai 3 ronde. Ronde ketiganya kami lakukan jam 4 subuh.
------------------------------------------------------------
Kami pun rutin melakukan hubungan layaknya suami istri seminggu sekali. Dia terus terang bilang pengen melakukannya terus denganku. Aku pun gak pernah mengajukan keberatan atau penolakan ke dia. Aku mau-mau aja diajak ketika dia kehausan s3ks. Dengan jujur dia ngaku, puas ML denganku.
"Punyamu memang kecil! Tapi aku puas!", ucapnya.
"Punya Bang Yudi besar! Udah hidup aja punyamu, masih lebih besar punya dia!", ucapnya lagi.
Astaghfirullah! Jujur aku malu banget waktu itu. Walau itu bukan bullyan, tapi aku merasa tersinggung dan sedih aja. Menurutku kata-kata itu gak perlu dia ucapkan. Punyaku memang cuma 9 cm aja hidupnya. Lumayan lama aku terdiam. Aku malu mikirin kata-kata dia itu.
Akhirnya aku pun berusaha membuang kegalauanku. Aku berusaha tampil pede didepan dia. Campur kesal aku pun memulai pembicaraan.
"Kalau kamu gak puas, gak usah aja kita kegitu lagi!", ucapku.
"Aku gak ada lho bilang gak puas!", ucapnya.
Suasana pun hening.
"Kamu ngambek ya? Ayo dong, jangan gitu. Aku tuh gak sengaja menyinggung perasaan kamu.", ucapnya.
Entah mengapa aku makin baper aja. Aku diam beberapa saat.
"Aku minta maaf, ya. Pliss jangan marah. Aku butuh kamu!", ucapnya sambil merebahkan kepalanya dibahuku.
Selanjutnya, kami tetap aja rutin ML seminggu sekali. Kadang dirumah kontrakannya, kadang di wisma, atau dihotel-hotel murah. Aku udah biasa main-main kerumahnya walaupun siang-siang bolong. Kebetulan gak ada tetangganya yang nanya-nanya. Yang tinggal disana gak ada yang kepo atau yang usil.
Dikompleks rumah petak yang baru ditempatinya itu, orang-orang pada bagus jiwanya. Gak ada yang mau urusin orang lain, semua sibuk dengan kegiatan atau kerjaan masing-masing aja. Itulah yang membuat kami aman melakukan hubungan s3ks berkali-kali disana. Gak ada satu pun yang curiga ke kami. Mungkin mereka mengira kami adalah pasangan suami istri.
Walau setiap bers3tubuh, kami gak pernah pake pengaman, tapi istri temanku itu memang gak hamil-hamil. Udah setahun kami punya skandal s3ksual, artinya udah gak terhitung lagi berapa puluh kali kami nges3ks, tapi gak pernah jadi janin.
Sementara itu Yudi masih sering-sering nelfon aku nanya-nanya kabar. Baik kabarku maupun kabar anaknya. Gak lupa dia selalu minta tolong biar aku liat-liat anaknya kerumahnya. Dari cara-caranya, kayaknya dia memang udah gak niat pulang menemui istrinya itu.
Dan dia mengaku, mungkin dia akan nikah lagi disana. Berarti dia memang udah niat ninggalin istri pertamanya ini. Kata dia, Ayahnya juga setuju kalau dia nikah lagi, asal dia sanggup ngasih makan kedua istrinya. Iya, kedua istrinya. Artinya Ayahnya setuju dia beristri dua tanpa menceraikan istri pertamanya.
Sepertinya itu yang jadi penghalang buatnya segera nikah. Karna kalau melihat dari caranya, dia gak pengen lagi istrinya yang ini. Dia gak pengen beristri dua, tapi nyari istri muda iya! Pasti dia nyari istri yang bisa memberinya keturunan, bukan hanya yang bisa memberinya kepuasan.
Tamat.
Komentar
Posting Komentar