GAK BAYAR KOST MALAH DIGAJI

Oleh : Ando Lan

Sejak pertama kali kami melakukan hubungan intim layaknya suami istri, Bu Roza jadi cinta samaku. Dia pengen kami mengulangi lagi mantap-mantapan. Dia gak mau yang kemarin itu yang pertama dan terakhir. Dia masih pengen yang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, hingga gak terhitung lagi.


"Pokoknya selagi Bapack belum pulang dari luar kota, kamu suamiku ya!", ucap Bu Roza.


"Beres, Bu!", jawabku.


"Kita main dirumahku aja, gak usah dikostmu lagi!", ucapnya.


"Terserah Ibu aja!", jawabku.


"Gak enaklah kalau teman-teman kostmu liat!", ucapnya.


Lalu sore itu aku melangkah menuju garasi rumah Ibu kostku. Dia pun langsung membukakan pintu. Setelah aku masuk, diraihnya tanganku lalu dituntunnya sampai keruang tamu. Aku didudukkan disofa itu lalu Bu Roza memijat pundakku. Tangannya begitu lembut.


Lalu dia mendekapku dari belakang dan mencium pipiku dari samping. Aku pun langsung memiringkan wajahku sehingga kami bercumbu. Lidah kami pun beradu dan gak pernah lagi berhenti menari-nari. Segera ku raba kedua buah dada Bu Roza dan ku tarik tubuhnya dari atas sandaran sofa.


Akhirnya tubuh Bu Roza terangkat dan bergeser hingga menindih tubuhku. Kami pun terus bercumbu dengan badan yang udah saling menempel. Ku remas kedua pant4t Ibu kostku itu dan ku hentak-hentakkan kearah anuku.


Seluruh tubuhku bergetar ketika meremas bokong Bu Roza yang saat itu hanya mengenakan gaun tipis sekaligus sebagai rok yang mini. Aku pun dengan mudah bisa menaikkan rok itu keatas hingga tanganku langsung bersentuhan dengan celana dalamnya.


Tanganku pun begitu liar menyusup ke dalam balutan kain celana dalam itu. Sehingga kelembutan bokong Mamah muda itu berhasil kurasakan dengan berbagai pijatan. Ibu kostku pun mendesah sambil terus kulumati bibirnya yang begitu seksi.


Bu Roza pun minta duduk disampingku lalu kami pun terus nempel dengan tangan saling grepe. Lalu sat set kutanggalkan gaun Ibu kostku itu dari atas, sehingga kini dia hanya berbalut bra dan CD aja. Aku pun auto menanggalkan t-shirt yang ku kenakan, lalu kami kembali dekapan dan menempelkan rapat-rapat tubuh kami.


Ku taruh telapak tanganku dibukit indah milik Ibu kostku lalu dengan perlahan kuremas dan kukeluarin dari kain pembungkusnya. Mulutku pun langsung merapat kesana, lalu lidahku langsung bermain dengan membabi buta disana. Bu Roza pun menggelinjang gak karuan menikmati isapanku dibukit indahnya.


Aku pun udah bagai kesetanan. N4fsuku udah benar-benar memuncak. Aku langsung merosot kelantai dan membukakan celana dalam Bu Roza dengan buru-buru dan kasar.


"Krek!"


Terdengar tali kolor Mamah muda itu terputus akibat kuatnya tarikanku ketika menanggalkan kebawah. Sat set aku pun menyusup ke selangkangannya dan segera menjilati lobang kenikmatan milik Ibu kostku itu. Aku yang hobby merimming apem hangat itu pun langsung menunjukkan kepiawaiaanku dalam urusan merimming. Mamah muda itu pun mengerang makin kencang.


Nafasku pun kian memburu, bak nafas seorang yang sedang lari maraton. Tapi aku udah begitu sulit untuk dihentikan dari kegiatan kesukaanku ini. Bibir dan lidahku begitu ganas menggerogoti apem hangat si Ibu kost. Aku merasa puas ketika melihat Ibu kostku menggelepar dan menggelinjang diatas sofa itu.


Lalu aku segera bangkit berdiri dan menggeser tubuh Mamah muda itu sesuai keinginanku. Ku letakkan pinggulnya disisi samping sofa yaitu ditempat tumpuan tangan orang yang duduk. Lalu kepalanya disisi yang satu lagi. Ku tarik pahanya makin mendekat kearahku lalu ku tempelkan senjata pamungkasku disana.


Awalnya aku masih mengoles-oles kepalanya disekitar lobang Ibu kostku, lalu sesekali ku lepaskan dan ku gesek-gesek. Gak berapa lama aku pun memegangi batangku dan mengarahkan kepalanya tepat dilobang Mamah muda itu.


Sat set sat set.. batangku pun menyusup kedalam dan makin masuk hingga terbenam keseluruhan. Bu Roza pun auto meringis kenikmatan. Mukanya dikriukkan dengan mata dipejamkan. Aku makin menggenjotnya hingga bergoyang sekujur tubuhnya. Kedua bukit kembar miliknya pun ikut bergoyang-goyang atau terlempar kesana kemari.


Lalu aku mencabut batangku sejenak dan aku menaikkan pinggul Ibu kostku dan melipat tubuhnya keatas. Kini kakinya menyatu dengan kepalanya. Body Bu Roza yang langsing emang gampang dibolak balik atau pun dilipat-lipat sesuai selera. Kini apem Bu Roza terlihat menyembul dan menganga dihadapanku. Segera ku hantam lobang itu berkali-kali dengan hentakan-hentakan yang kuat.


Kubiarkan dia meringis dan bahkan menangis merasakan keganasanku. Aku pengen mengalahkan Bu Roza dan membuatnya kewalahan disetiap sesi permainan. Dan ketika batangku tercabut dengan tanpa sengaja, entah mengapa ketika aku berusaha memasukkannya kembali, tapi meleset. Malah terarah kelobang yang satunya lagi.


Anehnya aku bukannya mengarahkan ke lobang yang tepat tapi malah menahaninya dengan tanganku lalu menekannya kedalam. Bu Roza pun terlihat pasrah tanpa menghindarinya. Ku teteskan ludahku tepat mengenai lobang itu serta pangkal punyaku. Lalu aku pun menyorong masuk dan akhirnya benar-benar masuk hingga mentok.


Bu Roza pun terus mengerang karna kayaknya dia kesakitan untuk kali ini. Namun karna nafsuku udah membabi buta, aku pun pantang untuk dihentikan. Peluhku pun berjatuhan satu-satu mengenai tubuh Bu Roza. Jujur, kali pertama aku menghantam lobang pembuangan. Seumur-unur aku belum pernah melakukannya. Bahkan untuk memikirkannya pun belum pernah sebelumnya.


Aku pun akhirnya menggonta ganti kedua lobang milik Mamah muda itu. Lima menit dilobang yang benar, lalu 5 menit lagi dilobang satunya lagi. Begitulah terus menerus suka-sukaku aja mau nyoba lobang yang mana. Dan anehnya rasanya kok sama ya? Gak taulah apa karna aku udah bak kesetanan. Bu Roza pun sepertinya menikmati juga celupanku dilobang yang satunya lagi itu.


Andai Ibu kostku melarangku memasukkannya, jujur aku gak akan meneruskannya. Atau andai setelah masuk tapi dia bilang sakit, gak enak, tolong cabut, maka aku pun pasti akan nyabut batangku dari sana. Ibu kostku pun merasa pegal dengan posisi itu, sehingga dia minta ganti posisi.


Bu kostku pun berdiri dilantai disamping tumpuan tangan orang yang duduk. Dia merebahkan tubuhnya kebawah hingga kepalanya berbantalkan tumpuan tangan sofa yang sebelahnya lagi. Aku pun menghajar kedua lobangnya dari belakang. Peluhku kembali bercucuran dan membasahi pinggul dan punggung Ibu kostku itu.


"Ngadem dikamar aja yuk!", ajak Bu Roza.


Kami pun menyudahi permainan, dan berjalan menuju kamar tidur. Ternyata AC didalam kamar itu dalam kondisi nyala dari tadi. Suasana dikamar itu pun begitu sejuk dan dingin. Lalu kami pun naik keatas springbed itu dan kembali melanjutkan aktifitas kami seperti disofa tadi.


Ku rebahkan Ibu kostku diatas kasur itu dan kuselipkan sebuah bantal dipinggulnya. Lalu kupegangi kedua pahanya dan kulebarkan. Aku pun memasukkan batangku kedalam goanya. Ibu kostku pun kembali mengerang nikmat. Kusandarkan kedua kakinya kedada dan pundakku. Dan aku pun terus memacu gerakanku menghantam apemnya.


"Oouuugggghhhhhhtttttt........!!"


Aku makin beringas menerjang dan memporak porandakan terowongan itu. Ku turunkan kaki Mamah muda itu dan kurapatkan kesamping. Kini apemnya terjepit oleh kedua pahanya. Lalu aku pun mencucuknya dari belakang. Meski batangku hanya bisa masuk separoh, namun itu gak mengurangi rasa nikmat bagi kami berdua.


Kebetulan batangku lumayan panjang, sehingga meskipun cuma masuk separuh, tapi itu udah sangat berarti juga. Bayanginlah, punyaku panjangnya 18 cm. Jujur aku bangga memiliki senjata sepanjang itu. Karna dengan ukuran segitu, aku bisa puas menikmati lobang perempuan. Dan satu hal yang pasti, perempuan itupun pasti akan terpuaskan oleh senjata mikikku.


Aku dan Bu Roza pun melakukan berbagai gaya bercinta didalam kamarnya itu. Erangan demi erangan terus keluar dari mulut Mamah muda itu. Erangan Ibu kostku pun bersahutan dengan desahanku yang kian merasakan nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Akhirnya dia minta kami menyudahi permainan itu. Dia pengen aku crot aja. Soalnya dia merasa apemnya udah lecet dan perih.


"Keluarin ajalah ya, sayang! Udah perih!", ucapnya.


Lalu aku pun makin mempercepat gerakan pinggulku. Kulakukan penetrasi dalam dengan hentakan kasar. Hantaman tubuhku ke tubuh Bu Roza pun menghasilkan bunyi plak plak plak yang beruntun. Begitu juga per springbednya ikut bunyi-bunyi akibat terjadinya gempa diatasnya.


"Aaahhh.... aduuhhhh.... owwwhhhh....!"


Mamah muda itu gak mampu lagi menahan seranganku yang kian brutal menghajar goanya. Aku masih menggonta ganti masukin ke kedua lobangnya. Rasa nikmat pun makin menjalari sekujur tubuhku. Kini semua urat-urat diseluruh anggota tubuhku bergetar dan bergelora.


"Bentar lagi keluar!", ucapku tiba-tiba.


"Jangan didalam sayang, ntar aku hamil!", ucap Ibu kostku.


Lalu aku makin memacu gerakanku makin cepat. Lalu secepat kilat aku mencabutnya dan memasukkan kelobang satu lagi. Kupercepat gerakanku disana.


"Ouuhhhh! Ooohhh....!"


Akhirnya senjataku pun mengeluarkan pelurunya didalam lobang itu. Kuhujamkan senjata itu dalam-dalam sampai kepangkal lalu kuhentikan disana. Aku merasakan batangku menghentak-hentak dengan sendirinya ketika mengeluarkan cairan itu. Aku membiarkan batangku terbenam sekian lama disana.


Aku menundukkan wajahku dan mengecup bibir Bu Roza.


"Ouhhh....sayang!", desahnya.


Ku jatuhkan tubuhku ketubuhnya hingga menempel dari atas kebawah. Namun aku gak menimpakan semua berat badanku ke badannya. Kasian Bu Roza, pasti dia kegencet. Aku menumpukan kedua lututku ke kasur menahan berat badanku. Ku tempelkan mukaku ke lehernya. Nafasku masih sangat ngos-ngosan.


Aku merasakan batangku kian melembek didalam. Aku pun sengaja gak mencabutnya. Kami istirahat aja dengan posisi itu. Lalu aku merasakan batangku udah benar-benar lunglai dan kembali ke ukuran semula sebelum ngaceng. Kukecilkan lobang b0olku sehingga batangku pun auto tercabut dan keluar dari lobang b0ol Bu Roza. Bersamaan dengan itu Bu Roza juga mengecilkan lobang b0olnya.


------------------------------------------------------------------------


Akhirnya kami pun sepakat akan terus jadi partner s3ks. Pokoknya ketika suami Bu Roza keluar kota, kami wajib indehoi dikamar rumahnya. Bahkan bukan cuma itu, ketika Bapack kostku dirumah aja kami sering curi-curi ML kehotel. Bu Roza memang wanita sosialita, banyak kegiatannya diluar sana. Disela-sela kegiatannya itulah dia menyempatkan ML denganku ke hotel.


Bahkan gak jarang juga Bu Roza meng-cancel kegiatannya dengan teman-temannya hanya biar bisa mantap-mantapan denganku dihotel. Sepengetahuan suaminya dia lagi ngumpul sama teman-temannya, ternyata bukan! Dia bareng aku nges3ks di kamar hotel. Begitulah kami lakukan sampai seterusnya.


Bu Roza pun bilang, aku gak perlu lagi bayar kostku. Aku berhak tinggal gratis disana asalkan aku jadi pemuas n4fsunya hingga waktu yang gak bisa ditentukan. Bahkan Ibu Roza masih memberikan aku uang saku agar aku makin senang dan semangat.


Duit 1,2 juta/bulan untuk bayar kostku kini akhirnya bisa kutabung. Dan Bu Roza masih memberiku uang saku 2 juta/bulan. Dia berharap aku gak jenuh meladeni n4fsunya. Dia benar-benar berharap aku bisa memuaskannya ketika dia butuh. Skandalku dengan Ibu kostku itu pun kini udah berjalan 7 tahun. Jujur aku sangat menikmatinya. Selain dapat kenikmatan, aku juga dapat duit. Couo mana sih yang gak mau? 🀣


Tamat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

π™†π™€π™‰π˜Όπ™‹π˜Ό π™‡π™€π™ƒπ™€π™π™‰π™”π˜Ό π˜½π™€π™‚π™„π™π™?

TERNYATA ISTRIKU SELINGKUH DENGAN BAINAR

AKU SENGAJA PULANG KERUMAH PADA SAAT JAM KERJA